kantor di rumah

kantor di rumah (Small Office Home Office) adalah Solusi Bisnis untuk kita bersama. Analisa, Strategi, Promosi dan Ikhtiar ber-bisnis mandiri kita bahas bersama di sini.

Jl. Prof DR Lafran Pane No.26, Cimanggis, Depok. | SMS +62-812-8000-7019

Membangun bisnis mandiri skala International

Membangun bisnis mandiri Eksportir Indonesia bersama pebisnis Korea, China dan Malaysia.

http://eksportir-indonesia.com | email:eksportir.indonesia@gmail.com

Bersama kita bisa...!!!

Bersama-sama membangun Bisnis Mandiri untuk mendapatkan Kebebasan Waktu dan Kebebasan Finansial bersama komunitas kantor di rumah.

Komunitas Kantor di Rumah: http://facebook.com/kantor.di.rumah.

Kebebasan Waktu dan Kebebasan Finansial

Dengan memiliki Bisnis Mandiri yang baik dan stabil, kebebasan waktu dan kebebasan finansial dapat kita miliki sehingga kita memiliki waktu yang berkualitas untuk beribadah dan keluarga.

Dari Rumah hingga ke mancanegara

Dengan ide yang cemerlang, kita bisa memiliki bisnis dari kantor di rumah hingga ke Mancanegara...

http://eksportir-indonesia.com

Showing posts with label kantor di rumah. Show all posts
Showing posts with label kantor di rumah. Show all posts

Bisnis Mandiri adalah Job Security untuk kita semua

Ketika baru tamat sekolah, rata-rata kita dan orangtua kita sangat berbahagia bila kita langsung dapat bekerja di perusahaan atau institusi ternama. (Calon) Mertua kitapun merelakan anaknya kita nikahi, karena rata-rata (calon) mertua merasa nyaman bila sang (calon) menantu sudah bekerja. Sebaliknya orangtua maupun (calon) mertua rata-rata tidak merasa nyaman bila kita tidak berusaha mencari 'kerja' melainkan belajar usaha sendiri misalnya. Fenomena ini terjadi karena ilusi kemapanan yang tercipta oleh pemahaman yang tidak sepenuhnya benar tentang keamanan pekerjaan atau "job security".

Pemahaman umum bahwa perusahaan besar atau institusi ternama lebih mampu memberikan "job security", tidak sepenuhnya atau selamanya benar. Tahukah anda bahwa bila karir anda menanjak dengan cepat, ini juga bisa berakibat anda kehilangan pekerjaan dengan cepat? Kok bisa?

Ambil contohnya adalah bila anda seorang karyawan, kemungkinan besarnya anda ingin secepatnya naik pangkat dan menjadi direksi. Justru ketika anda mencapai cita-cita anda menjadi direksi, saat inilah anda kehilangan "job security" yang diidamkan oleh orang tua dan mertua tersebut di atas. Rata-rata direksi bekerja dengan kontrak 3 s/d 5 tahun per periodenya, mereka bisa menjabat rata-rata sampai dua periode. Maka ketika seorang karyawan mencapai posisi direksi, dia harus siap kehilangan pekerjaannya dalam rentang waktu 6 s/d 10 tahun lagi paling lama.

Kalau begitu apakah berarti enakan jadi karyawan biasa saja sampai pensiun? Tidak juga demikian, meskipun realitanya sebagian terbesar karyawan akan tetap menjadi karyawan sampai pensiun, karyawan-karyawan cemerlang di setiap perusahaan atau institusi pasti bercita-cita ingin mencapai puncak karir di perusahaan atau institusinya. Disinilah letak paradox-nya, justru ketika dia benar-benar mencapai karir puncaknya, bisa jadi saat itu pula dia kehilangan "job security"-nya.

Lantas bagaimana kita bisa menciptakan "job security" yang sesungguhnya, yang bisa kita nikmati sampai usia pensiun sekalipun? "Job security" ini justru ada di bidang usaha yang selama ini dipersepsikan paling tidak aman, yaitu pengusaha atau lebih spesifiknya pedagang. Kok bisa?

Bila anda bisa berdagang, anda tidak perlu khawatir dengan pekerjaan anda. Di jaman Rasulullah SAW, percaya diri-nya pedagang ini terwakili oleh kisah Abdur Rahman Ibn 'Auf di bawah ini:
Telah bercerita kepada kami (Isma'il ibn Abdullah) berkata, telah bercerita kepadaku (Ibrahim ibn Sa'ad) dari (bapaknya) dari (kakeknya) berkata; Ketika mereka (kaum Muhajirin) telah tiba di Madinah, Rasulullah SAW mempersaudarakan 'Abdur Rahman ibn 'Auf dengan Sa'ad ibn al-Rabi'. Sa'ad berkata kepada 'Abdur Rahman,"aku adalah orang Anshar yang paling banyak hartanya, maka hartaku aku akan bagi dua dan aku mempunyai dua istri, maka lihatlah mana di antara keduanya yang menarik hatimu dan sebut kepadaku, nanti aku akan ceraikan dan apabila telah selesai masa iddahnya silahkan kamu menikahinya". 'Abdur Rahman berkata,"Semoga ALLAH memberkatimu pada keluarga dan hartamu. Dimanakah letak pasar-pasar kalian?". Maka mereka menunjukkan pasar Bani Qainuqa'. Dia tidak kembali dari pasar melainkan dengan membawa keju dan minyak samin yang banyak. Lalu dia terus berdagang hingga pada suatu hari dia datang dengan mengenakan pakaian dan wewangian yang bagus. Nabi SAW bertanya kepadanya,"Bagaimana keadaanmu?". 'Abdur Rahman menjawab,"Sebiji emas atau seberat biji emas". Dalam hal ini Ibrahim ragu jumlahnya yang pasti. (HR Bukhari).

Abdur Rahman ibn 'Auf tidak tertarik dengan harta halal yang ditawarkan saudaranya, karena dia "percaya diri" bisa mencarinya sendiri dengan cukup melalui perdagangan. Abdur Rahman ibn 'Auf kemudian tercatat dalam sejarah islam menjadi orang yang sangat kaya di negeri yang baru Madinah sampai akhir hayatnya. Meskipun ketika dia berhijrah, dia tidak membawa hartanya yang dia tinggal di Mekkah.

Bukan hanya kaya raya, dia juga termasuk salah satu sahabat yang dijamin masuk surga. Artinya perdagangan yang dia lakukan sampai membuatnya kaya, tidak melanggar sedikitpun ketentuan syariat agama ini. Sebab bila ada sedikit saja yang dia langgar, kemungkinannya dia tidak bisa dijamin masuk surga.

Belajar ber-bisnis mandiri (berdagang) seperti yang dilakukan oleh Abdur Rahman ibn 'Auf tersebutlah yang perlu kita lakukan untuk memperoleh "job security" yang sesungguhnya. Yang perlu kita ketahui hanyalah di mana ada pasar, kemudian melihat apa-apa yang dibutuhkan orang di pasar. Bila kita bisa selalu memenuhi kebutuhan orang di pasar tersebut, itulah bisnis mandiri dan "job security" kita.

Wa Allahu A'lam

Ayo kita mem-bangun bisnis mandiri http://kantor-di-rumah.com menuju bisnis mancanegara http://eksportir-indonesia.com

Note: Bila Anda ingin sharing belajar bersama bisnis mandiri, insyaAllah Anda bisa bergabung di "Bale Inspirasi" dengan mengirimkan CV Anda ke nrachmanbiz@gmail.com. Pertemuan regular dijawalkan akan mulai dilaksanakan di buan Desember 2012 ini.


Tulisan Terkait:

Info Dinar Emas:

Reducing, Preserving or Producing

Dalam kaitannya dengan pengaruh terhadap dinamika kemakmuran anda, aset-aset anda dapat dikategorikan menjadi tiga jenis aset yaitu yang disebut "Wealth Reducing Assets"; aset yang justru menggerogoti kemakmuran anda, "Wealth Preserving Assets"; aset yang mampu mempertahankan kemakmuran anda, dan "Wealth Producing Assets"; aset yang meningkatkan kemakmuran anda. Pengetahuan akan ketiganya akan meningkatkan kemampuan anda mengelola aset-aset anda secara maksimal, untuk kemakmuran anda sendiri dan orang-orang di sekitar anda.

Mungkin anda bertanya,"kok ada jenis aset yang justru menggerogoti kemakmuran?". Ilistrasinya begini, bila anda sekarang memiliki uang Rp.5.000,-, uang tersebut anda belikan beras 1 kg yang cukup untuk konsumsi anda sekeluarga dalam dua hari. Bila uang anda tersebut tidak dibelikan beras sekarang, disimpan dengan jumlah yang sama, maka 4 tahun lagi uang yang sama tersebut hanya cukup untuk membeli 0,5 kg beras, yang cukup untuk konsumsi 1 hari. Jadi dalam hal ini uang kertas yang anda pegang/simpan saja, akan menjadi "Wealth Reducing Asset" atau aset yang mengurangi kemakmuran anda.

Tidak hanya Rupiah, hal yang sama terjadi pada Dollar. Bila US$ 1 sekatang hampir cukup untuk membeli 1 liter bensin di pom-pom bensin asing yang kini marak di Jabodetabek, lima tahun lagi uang Dollar yang sama tidak akan cukup untuk membeli 1/2 liter bensin. Jadi Dollar anda juga termasuk kategori "Wealth Reducing Asset".

Bahkan, ketika Rupiah atau Dollar tersebut didepositokan dengan hasil rata-rata 7% untuk Rupiah dan 2.5% untuk Dollar, dalam lima tahun terakhir sejak Januari 2006, Rupiah dan Dollar ini tetap menjadi "Wealth Reducing Assets" karena pertumbuhan nilainya kalah dengan inflasi yang menurunkan daya belinya terhadap bahan pangan misalnya.

Aset jenis kedua, "Wealth Preserving Assets" adalah aset yang sekadar mampu menjaga tingkat kemakmuran yang sama bila aset tersebut anda pegang atau simpan. Rumah yang anda tinggali misalnya, meskipun dalam Rupiah nilainya terus naik, tetapi tidak membuat anda bertambah makmur. Lha wong rumahnya tetap yang itu kok.

Contoh lain yang sangat kongkrit adalah Emas atau Dinar anda, bila anda simpan kapanpun meski nilainya dalam Rupiah menjadi berlipat-lipat, tetap tidak akan mampu meningkatkan kemakmuran anda. Dinar atau Emas hanya akan mampu mempertahankan kemakmuran anda, sebagai "Wealth Preserving Assets", karena satu Dinar anda tetap setara satu ekor kambing selama lebih dari 1400 tahun!.

Tahun 1966 ketika pendapatan per kapita kita masih di angka US$ 200 , itu setara dengan 42 ekor kambing saat itu. Ketika pendapatan per kapita kita mencapai US$ 900 dalam 32 tahun kemudian tahun 1997, itu setara dengan 20 ekor kambing. Tahun ini, pendapatan per kapita kita meningkat menjadi di kisaran US$ 3,250 , tetapi ini hanya setara sekitar 14 ekor kambing kelas baik atau setara sekitar 14 Dinar saja ! Jadi sebenarnya tingkat kemakmuran kita saat ini tahun 2012 hanyalah 1/3 tingkat kemakmuran di-tahun 1966, padahal pada tahun 1966 terdapat pemotongan uang Rupiah.

Bila memegang Rupiah atau Dollar membuat kemakmuran berkurang, memegang Emas atau Dinar membuat kemakmuran bertahan, lantas aset dalam bentuk apa yang bisa kita pegang yang membuat kemakmuran meningkat? Ada dua solusi untuk ini:

Pertama, aset-aset anda dijadikan aset yang memang tumbuh atau bertambah secara fisik atau bertambah secara significant nilainya, sehingga mampu mengalahkan inflasi, seperti menanam pohon, memelihara kambing, memproduksi kerajinan, memproses berbagai bahan baku menjadi produk jadi yang bernilai lebih, dlsb.

Kedua, aset anda dijadikan modal yang terus berputar. Kalau aset anda berputar seminggu sekali saja dengan hasil bersih 1%, pertumbuhan aset anda sudah akan seperti pertumbuhan asetnya Abdurahman ibn 'Auf. Jadi aset yang digunakan untuk menumbuhkan benda riil, men-create nilai tambah, atau terus berputar sebagai modal adalah aset yang akan menjadi "Wealth Producing Assets", atau aset-aset yang akan meningkatkan kemakmuran anda.

Jadi aset Rupiah dan Dollar yang didepositokan (apalagi bila disimpan dibawah bantal) akan terus menurun daya belinya terhadap benda riil, menggunakan harga emas (=harga kambing) yang digunakan sebagai standar referensi. Lalu untuk Emas atau Dinar sendiri berdaya beli datar/tetap. Sedangkan aset anda yang digunakan sebagai modal dagang ala Abdurahman ibn 'Auf meningkat dengan pesat.

Agar kedepannya lebih banyak aset-aset anda menjadi "Wealth Producing Assets", temukanlah ide-ide cemerlang untuk ber-bisnis mandiri, tingkatkanlah jiwa entrepreneur dalam diri kita. InsyaAllah aset anda bukan hanya akan meningkatkan kemakmuran anda sendiri, tetapi juga bermanfaat untuk ikut meningkatkan kemakmuran orang lain. InsyaAllah.

Wa Allahu A'lam.

http://eksportir-indonesia.com


Tulisan Terkait:

Info Dinar Emas:

Melihat potensi berbisnis Sabut Kelapa

Tulisan saya saat ini adalah untuk memenuhi permintaan teman-teman maupun rekan-rekan yang menanyakan perihal ber-bisnis mandiri sabut kelapa. Diantaranya banyak pula yang ingin sampai dapat mem-produksi atau membangun pabrik pengelolaan sabut kelapa, akan tetapi untuk tulisan saat ini baru membahas ruang lingkup dalam melihat potensi bahan baku yang merupakan pilar sangat penting dari bisnis mandiri sabut kelapa.

Saya sangat bersyukur karena saat ini sudah semakin banyak teman-teman yang berencana bahkan sudah memulai menjadi entrepreneur bisnis mandiri yang insyaAllah bisa membangun umat dari ketertinggalan seperti saat ini.

Sabut kelapa merupakan salah satu usaha memanfaatkan sampah buangan produksi kelapa berupa "tepes atau sepet" yang terdapat di sekitar kita. Akan tetapi potensi ini belum tentu ada di lingkungan yang memiliki banyak sekali pohon kelapa, hal ini karena apabila kelapa-kelapa tersebut tidak dikupas, maka potensi tepes/sepet tersebut menjadi "belum ada".

Memang saat ini saya sedang mencoba membuat pabrik kelapa terpadu di Lampung, dimana sabut kelapa merupakan bahagian kecil dari hasil produksi pabrik kelapa terpadu itu. Akan tetapi hal ini sedang dalam tahap permulaan, yang belum bisa disarankan kepada teman-teman bisnis mandiri karena saya sendiri belum mencobanya sampai tuntas.

Untuk melihat potensi bahan baku tepes/sepet diawal perencanaan pembuatan pabrik pengelola sabut kelapa, kita harus mengumpulkan informasi sebagai berikut:
Sebagai gambaran, untuk mendapatkan jumlah produksi sabut kelapa sebanyak 10 Container High Cube 40 feet setiap bulannya, diperlukan supplai tepes/sepet ke pabrik kita sebanyak 60 ribu tepes/sepet per-hari. Apabila di konversikan ke jumlah truk dgn volume bak 12 meter kubik, maka dibutuhkan 20 truk per-hari yang setara 240 meter kubik per-hari..

Ada komentar, "nah lho, bagaimana untuk mendapatkan tepes/sepet sebanyak itu?".
Jawabannya adalah kita harus berkerjasama dengan pengupas-pengupas kelapa, yang biasanya disebut "Bandar Kelapa". Mereka inilah yang biasa mensuplai kebutuhan kelapa untuk di-parut buat santan di kota-kota besar. Biasanya setiap bandar kelapa mengupas setiap harinya 5 ribu kelapa, maka jumlah tepes/sepet hasil kupasannya menjadi 5 ribu tepes/sepet pula.

Nah, apabila sudah memahami hal tersebut maka yang kita perlukan untuk memenuhi salah satu pilar terpenting dari bisnis sabut kelapa yaitu "pilar suplai", maka kita harus bekerjasama dengan 12 bandar kelapa sehingga kebutuhan bahan baku 60 ribu tepes/sepet per-hari (atau 240 meter kubik per-hari) dapat terpenuhi.

InsyaAllah setelah menemukan potensi tersebut disekitar anda, maka anda sudah bisa merencanakan untuk membuat bisnis mandiri pengelolaan sabut kelapa dan kita bisa sharing bersama untuk dapat mewujudkan bisnis mandiri tersebut.

Pembahasan berikutnya dalam sharing belajar bersama ber-bisnis mandiri sabut kelapa adalah merencanakan membangun 3 pilar bisnis yang lain, yaitu: pilar "support", pilar "demand" dan pilar "team business".

Semoga dengan kebersamaan kita dapat selalu meraih keberkahan dari ALLAH SWT. Amin YRA.

http://eksportir-indonesia.com

Tulisan Terkait:

Info Dinar Emas:

Indahnya Mulai Usaha dengan Bootstrapping

Dalam dunia entrepreneur, bootstrapping adalah istilah yang digunakan bila anda memulai usaha sendiri tanpa dukungan pendanaan dari pihak lain diluar diri atau organisasi anda. Menggunakan kekuatan sendiri pada umumnya jauh lebih realistik untuk pemula karena andalah yang tahu seluk beluk usaha anda dan tahu seluruh faktor-faktor resikonya, dengan bootstrapping anda juga tidak harus menargetkan hasil yang tinggi, yang biasa dituntut investor bila anda menggunakan dana pihak lain untuk memulainya.

Ilustrasinya begini, bila misalnya anda memulai usaha yang membutuhkan modal awal Rp.100 juta, dan memberikan keuntungan bersih Rp.20 juta, maka dengan 20% hasil per tahun ini sudah sangat baik untuk usaha pemula. Tetapi bila modal yang Rp.100 juta tersebut dari pihak lain dengan rasio bagi hasil 50/50 misalnya, maka investor hanya mendapatkan Rp.10 juta setahun dan demikian pula dengan anda.

Hasil yang 10% setahun kemungkinan besar tidak akan membuat investor senang invest di usaha anda mengingat faktor resikonya, demikian pula dengan anda sendiri. Artinya dengan tingkat hasil yang sama, suatu usaha yang layak didanai sendiri belum tentu layak bila didanai orang lain.

Mungkin anda berpikir lha iya. Kalau punya modal sendiri tentu lebih menyenangkan memulainya dengan modal sendiri, namun kalau tidal memiliki modal sendiri, bukankah pilihannya harus menggunakan modal orang lain? Jawabannya tidak harus!

Untuk contoh usaha yang memerlukan modal Rp.100 juta tersebut di atas misalnya, bila anda ingin memulainya tetapi tidak memiliki modal yang Rp.100 juta, harusnya terpaksa melibatkan orang lain?
Berikut adalah opsi-opsi yang bisa anda tempuh untuk bisa mencapai hasil yang sama atau mendekatinya, meskipun tanpa modal yang cukup dan tidak perlu melibatkan pendanaan modal dari pihak lain:
  1. Berjualanlah dahulu sebelum produksi. Sebelum mampu memproduksi produk anda sendiri, anda bisa berjualan produk orang lain yang sama atau sejenis dengan produk yang anda rencanakan. Manfaatnya, anda akan mulai dapat menguasai pasar tanpa memerlukan modal yang besar untuk memproduksi.
  2. Memproduksi dengan fasilitas produksi orang lain. Banyak sekali produk-produk yang bisa diproduksi orang lain yang sudah berpengalaman dan memiliki fasilitas produksi yang memadai. Manfaatnya, anda sudah dapat memiliki produksi sendiri tanpa harus memiliki pabriknya.
  3. Berjualan dengan tunai. Pemula sering under estimate tentang betapa sulitnya menagih hutang/pembayaran, jauh lebih sulit dari menjual barang itu sendiri. Maka penting untuk hanya menjual terhadap pembeli yang mampu dan mau membayar tunai, manfaatnya jelas; modal yang terbatas akan berputar cepat.
  4. Membiayai usaha dengan pesanan di muka. Bila produk barang atau jasa yang anda jual benar-benar unggul, sangat bisa jadi customer anda bersedia membayar di depan. Sebelum barang atau jasa anda dideliver. Manfaatnya jelas, anda tidak perlu memerlukan modal untuk memproduksi barang atau jasa karena customer andalah yang memodalinya.
  5. Dan, berbagai cara lain yang bisa dilakukan untuk mampu menghasilkan transaksi bisnis, tanpa harus memiliki modal yang besar untuk memulainya.
Meskipun menyenangkan, memulai usaha secara bootstrapping sering dianggap kurang menarik bagi entrepreuner yang berambisi untuk cepat besar. Jadi melibatkan dana investor di luar diri anda atau organisasi anda juga tidak perlu dibuat tabu.

Hanya saja bila investor tersebut anda libatkan setelah berhasil melampaui death valley (telah break event point) anda, insyaAllah akan jauh lebih menarik bagi kedua belah pihak. Bagi investor mereka dapat melihat bisnis anda yang sudah lebih nyata, bukan hanya rencana, dan bagi anda sendiri anda akan lebih percaya diri dan memiliki bargaining position yang lebih baik dalam berhubungan dengan pihak di luar diri atau organisasi anda.

Manfaat lain dari boatstrapping adalah kebebasan mengembangkan ide-ide dan berkreasi sepenuhnya ada pada diri anda, tanpa beban orang lain yang mungkin mensyaratkan hasil tertentu dari usaha tertentu. Jadi selamat ber-boatstrapping..!!!.

Wa Allahu A'lam




Tulisan Terkait:

Info Dinar Emas:

Kita Bisa jadi Seperti Apa Yg Kita Citakan

Kita Bisa jadi Seperti Apa Yg Kita Citakan.
Kita Bisa jadi Seperti Apa Yg Kita Citakan
Kita Bisa jadi Seperti Apa Yg Kita Citakan
Banyak orang takut membuat cita-cita, ia terbelenggu dengan kondisi dirinya, lingkungannya dan orang-orang terdekatnya serta pengalaman hidupnya. Akhirnya ia hidup mengalir begitu saja tanpa cita-cita.

Cita-cita adalah gambaran keinginan bahwa kita nanti akan menjadi seperti apa, mempunyai apa, siapa orang-orang tercinta yang akan mendampingi kita, apa yang akan kita lakukan untuk mereka, punya rumah di mana, pergi kemana, siapa yang akan menjadi kolega kita, dan semua gambaran indah yang kita inginkan di masa yang akan datang. Dalam bahasa Indonesia itu kita sebut sebagai cita-cita, dalam bahasa Inggris sering disebut dream.

Cita-cita merupakan kumpulan keinginan-keinginan yang disusun sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah drama situasi diri kita di masa mendatang, sebuah mimpi masa depan. Mungkin itu sebabnya orang barat menyebutnya sebagai dream.

Makin jelas sebuah mimpi makin mudah membayangkan bagaimana cara meraihnya, dan makin mudah pula mimpi itu menjadi kenyataan. Karena begitu jelasnya sebuah mimpi pada diri seseorang, dia bahkan bisa menggambarkan tahap demi tahap bagaimana cara meraih impian tersebut. Setiap tahap disusun dan direncanakan, kapan tahap pertama dicapai dan kapan tahap-tahap berikutnya hingga ahirnya impian itu menjadi kenyataan.

Mimpi yang tervisualisasi dengan jelas itu dalam dunia professional disebut sebagai Vision, dan bagaimana cara meraihnya sering disebut sebagai mission, serta kepastian tahapan-tahapan yang akan dilakukan sering disebut sebagai Strategic Planning.

Cita-cita atau mimpi yang diyakini sepenuh hati bisa melahirkan berbagai potensi kekuatan dari dalam diri. Pola pikir, sikap, keberanian, komitmen, perencanaan, tindakan yang konsisten, kesabaran, keteguhan, adalah potensi yang mendukung kita untuk meraih cita-cita. Semua potensi itu tidak akan keluar kalau kita tidak punya cita-cita.

Cita-cita juga menumbuhkan harapan dan doa. Doa merupakan potensi yang luar biasa untuk meraih cita-cita. Dalam AlQuran disebutkan “Mintalah kepada-Ku(Allah) niscaya Kuperkenan”. Kita tidak pernah berdoa kalau tidak punya kinginan atau cita-cita

Orang-orang sukses punya cita-cita yang jelas.

Setiap manusia punya keinginan, karena keinginan itulah yang menjadi motif dari setiap tindakan. Keinginan bisa jangka pendek atau jangka panjang. Keinginan-keinginan jangka pendek melahirkan tindakan-tindakan spontan, sedangkan keinginan-keinginan jangka panjang melahirkan tindakan-tindakan terrencana. Keinginan-keinginan jangka panjang itu adalah cita-cita.

Orang-orang sukses mempunyai cita-cita yang jelas, aktifitas hidupnya terrencana, ingin menjadi apa lima tahun mendatang, terus apa yang harus dilakukan tahun depan, bulan depan, dan minggu depan. Terlepas dari berhasil atau tidak, berbagai kegiatan dan aktifitas sudah terprogram untuk menuju kepada sebuah tujuan tertentu yang mereka sebut sebagai cita-cita.

Sebaliknya orang kebanyakan cita-citanya kabur atau bahkan tidak punya cita-cita. Hidup bagi mereka mengalir begitu saja tidak tahu harus melakukan apa tahun depan, atau bulan depan. Bahkan yang lebih parah minggu depanpun tidak tahu akan melakukan apa, ini menjadi paradigma sebagian besar dari kita.

Kita bisa menjadi seperti apa yang kita cita-citakan.

Rhonda Byrne, penulis buku The Secret, Michael J. Losier, penulis buku The law Of Atraction, mengatakan bahwa apa yang kita inginkan, kemudian kita bayangkan dalam benak kita dengan segenap perhatian dan energi, maka hal tersebut akan menjadi kenyataan dalam hidup kita. Andre Wongso, motivator terkenal Indonesia, mengatakan anda bisa menjadi seperti apa yang anda inginkan. Muhammad Rosulullah menyampaikan bahwa Tuhan berfirman “Aku mengikuti sangkaan hambaKu, jika sangkaanya baik maka baiklah baginya, jika sangkaanya buruk maka buruklah baginya”. Kalau kita berprasangka bahwa Tuhan akan menjadikan kita orang yang berhasil, maka oleh Tuhan kita akan dijadikan berhasil.

Ketika kita menginginkan sesuatu dengan keinginan yang kuat dan dengan keyakinan, maka otak kita akan berusaha mencari solusi-solusi kreatif bagaimana cara memperolehnya. Demikian pula jika kita mencita-citakan sesuatu maka otak kita akan berusaha mencari solusi-solusi bagaimana cara mencapainya. Di bawah ini adalah sebuah ilustrasi berkaitan dengan keinginan yang kuat dan memunculkan solusi-solusi kreatif.

Sepasang suami istri pulang dari perjalanan jauh dan mereka sangat haus, sesampai di dalam rumah sang suami langsung buka kulkas, dan membayangkan betapa nikmat dia minum pepsi yang dingin dari dalam kulkas. Kemudian mencari pembuka botol ternyata tidak ditemukan. Dicarilah cara lain, dicungkilnya tutup botol tersebut dengan sudut pinggiran tembok dapur, ternyata malah temboknya yang cuil dan botol tidak berhasil terbuka. Dicobanya lagi dengan ujung pisau, tidak berhasil, masih tidak putus asa lalu mencari gunting untuk melubanginya. Apapun diupayakan caranya untuk membuka botol tersebut, namun guntingpun tidak ditemukan, ahirnya pakupun boleh. Ahirnya dengan batu dan paku dia bisa menikmati pepsi seperti yang dicita-citakan.

Istrinya juga penggemar pepsi, namun melihat perjuangan suaminya ia mengatakan “ah… bukan pepsi juga nggak apa-apa, air juga cukup nikmat untuk menghalau dahaga”. Istrinya ini punya pilihan lain, baginya air sudah cukup, tidak harus berjuang demikian berat untuk membuka botol.

Dalam bercita-cita, kita diberi banyak pilihan, bebas memilih, benar-benar bebas memilih. Boleh menjadi kaya, menjadi orang berilmu, menjadi terkenal, bermanfaat untuk orang banyak, atau ingin menjadi orang biasa saja. Cita-cita adalah sebuah pilihan jalan hidup, kita tinggal membuatnya kemudian percayakan kepada Allah maka Allah akan menunjukkan jalannya. Masalahnya adalah, banyak orang tidak punya cita-cita. Jika tidak punya cita-cita, hidup kita tidak ada yang berubah, kecuali menjadi tua, sakit dan mati, tak berarti, tanpa pernah ada yang mencatat keberadaan kita di dunia.

Buatlah cita-cita, percayakan pada Allah

Beranilah bercita-cita, buatlah cita-cita dan kemudian serahkan kepada Allah, yakinlah kepadaNya, karena Allah telah berfirman “…siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dan siapa yang mengikuti perintahnya niscaya selalu dibukakan jalan keluar”. Dalam ayat yang lain disebutkan “barang siapa yang berserah diri kepada Allah, maka Allah akan mencukupi kebutuhannya”.

Wallahu a’lam.

Posted by Kantor di Rumah

Tulisan Terkait:

Info Dinar Emas:

Eksportir Indonesia

Eksportir Indonesia (http://www.eksportir-indonesia.com)
Eksportir Indonesia adalah Usaha Kecil Menengah yang menyalurkan produk untuk dipasarkan ke konsumen internasional. Agar berhasil mengekspor produk, kami akan menyesuaikan pasar asing sesuai dengan pengalaman kami. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi peluang dan hambatan pemasaran luar negeri, serta untuk mengidentifikasi calon pembeli dan pelanggan.

Penelitian pasar mencakup semua metode yang dapat digunakan untuk menentukan pasar luar negeri yang memiliki potensi terbaik untuk produk-produk kami. Hasil penelitian ini menginformasikan perusahaan dari: pasar terbesar untuk produk, pasar yang tumbuh paling cepat, tren pasar dan prospek, kondisi pasar dan praktek, dan perusahaan yang kompetitif dan produk.


Eksportir Indonesia is a Small Medium Enterprise Bridge product to be marketed to international consumers. To successfully export the product, we should examine foreign markets through research. The purpose is to identify marketing opportunities and constraints abroad, as well as to identify prospective buyers and customers.

Market research encompasses all methods that a company can use to determine which foreign markets have the best potential for its products. Results of this research inform the firm of: the largest markets for its product, the fastest growing markets, market trends and outlook, market conditions and practices, and competitive firms and products.


Eksportir Indonesia by Noer Rachman Hamidi
Eksportir Indonesia Building
Jl. Prof. DR Lafran Pane No.26, Depok, Indonesia 16951
email : eksportir.indonesia@gmail.com by nrachmanbiz@gmail.com
SMS +62-856-111-1819
Faximile +62-21-87782119
kantor di rumah













Coco Peat ( Coconut Coir Peats )

Cocopeat juga dikenal sebagai 'empulur serat sabut "' atau 'debu sabut' merupakan sumber daya alam, dan terbarukan dihasilkan dari sekam kelapa oleh industri kelapa di Indonesia.

Cocopeat adalah 'sabut serat empulur' atau 'debu sabut' diproduksi sebagai produk-lanjutan saat sabut kelapa diproses untuk ekstraksi serat panjang dari sekam. Cocopeat adalah bahan pengikat yang berasal dari fraksi serat dari sabut kelapa.

Debu sabut dicuci bersih, perlakuan panas, disaring dan dinilai sebelum diolah menjadi berbagai produk cocopeat untuk aplikasi Hortikultura dan Pertanian. Cocopeat pertama kali diperkenalkan ke hortikultura bahasa Inggris sebagai media tumbuh lebih dari 135 tahun yang lalu.

Cocopeat adalah tanah multi-tujuan conditioner dan media tumbuh. Hal ini konsisten dan seragam di tekstur. Ini adalah bahan benar-benar homogen yang terdiri dari jutaan kapiler mikro-spons, yang menyerap dan tahan hingga delapan kali itu berat badan sendiri di air. PH alami 5,7-6,5, ditambah dengan kation sangat tinggi Kapasitas Tukar - dan 27% dari Mudah Tersedia Air memastikan sabut yang akan memegang dan melepaskan nutrisi dalam larutan dalam waktu lama tanpa rewatering.


Cocopeat is the 'coir fibre pith' or 'coir dust' produced as a bi-product when coconut husks are processed for the extraction of the long fibres from the husk.

Cocopeat is the binding material that comes from the fibre fraction of the coconut husk.


The coir dust is washed, heat treated, screened and graded before being processed into various Cocopeat products for Horticultural and Agricultural applications. Cocopeat was first introduced into English horticulture as a growing medium more than 135 years ago.


Cocopeat is a multi-purpose soil conditioner and growing medium. It is consistent and uniform in texture. It is a completely homogenous material composed of millions of capillary micro-sponges, that absorb and hold up to eight times it's own weight in water. The natural pH of 5.7 to 6.5, plus an unusually high Cation Exchange Capacity - and 27% of Easily Available Water assures that coir will hold and release nutrients in solution over extended periods without rewatering.


(http://www.facebook.com/cocopeat.indonesia)

Contact :


Eksportir Indonesia by Noer Rachman Hamidi
Eksportir Indonesia Building
Jl. Prof. DR Lafran Pane No.26, Depok, Indonesia 16951
email : eksportir.indonesia@gmail.com by nrachmanbiz@gmail.com
SMS +62-856-111-1819
Faximile +62-21-87782119










Coconut Coir Fiber

COCONUT FIBER. Sebagai negara kepulauan dan terletak di daerah tropis dan kondisi agroklimat yang mendukung, Indonesia merupakan negara produsen kelapa utama di dunia. Pada tahun 2000, luas areal perkebunan kelapa di Indonesia mencapai 3.760.000 hektar, dengan total produksi diperkirakan mencapai 14 milyar butir kelapa, yang sebagian besar (95 persen) merupakan perkebunan rakyat. Kelapa mempunyai nilai dan peran penting dalam hal aspek ekonomi dan sosial budaya. Kelapa Farm Kelapa Coir adalah oleh, dan merupakan bagian terbesar dari buah kelapa, yaitu sekitar 35 persen dari bobot buah kelapa. Jadi, jika rata-rata produksi buah kelapa per tahun adalah sebesar 5,6 juta ton, berarti ada sekitar 1,7 juta ton serat Indonesia memproduksi kelapa. Potensi produksi sabut kelapa yang belum digunakan sepenuhnya besar seperti untuk kegiatan produktif yang dapat meningkatkan nilai tambah.

Perkembangan teknologi, fisika-sifat kimia serat, dan kesadaran konsumen untuk kembali ke bahan alami, membuat serat digunakan sebagai bahan baku untuk industri, kain pelapis karpet dan dashboard kendaraan kasur, dan bantal.

Jenis produk yang dihasilkan dari industri pengolahan serat dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu: (1) Serat Sabut Kelapa dan (2) Coco Pit.

Kualitas serat sabut kelapa atau Coconut Fibre, ditentukan oleh warna, persentase kotoran, kelembaban, dan proporsi antara bobot serat panjang dan serat pendek. Serat spesifikasi kualitas produk yang diekspor oleh salah satu eksportir terbesar di Jakarta adalah:

1. Kadar air <10%
2. Cork konten: <5%
3. Serat panjang (20-10 cm) 30%
4. Serat panjang (10-25 cm) 70%
5. Bale ukuran 70 x 70 x 50 cm (tergantung pada kapasitas mesin tekan).
6. Berat / Bale 150 Kg / Bale (Tergantung kapasitas mesin press).



COCONUT FIBER. As an archipelagic country and located in the tropics and agro-climate conditions that support, Indonesia is a major coconut producing countries in the world. In 2000, the area under coconut plantations in Indonesia reached 3.76 million hectares, with total production estimated at 14 billion coconuts, which most (95 percent) are people's plantations. Coconut has value and important role in terms of economic and social aspects of culture. Coconut Farm Coconut Coir is a by, and is the largest part of the coconut fruit, which is about 35 percent of the weight of the coconut fruit. Thus, if the average production of coconuts per year amounted to 5.6 million tonnes, it means that there are about 1.7 million tons of coconut fiber Indonesia produced. Coco production potential which has not been fully utilized in such large for productive activities that can increase the value added.

The development of technology, physics-chemical properties of fibers, and consumer awareness to return to natural materials, making fibers used as raw material for industrial carpet, upholstery and dashboard of the vehicle, mattresses and pillows.

Types of products produced from fiber processing industries can be grouped into two namely: (1) Fiber Coconut Fiber and (2) Coco Pit.

Quality coco fiber or Coconut Fibre, determined by the color, the percentage of dirt, moisture, and the proportion between the weight of long fibers and short fibers. Fiber product quality specifications to be exported by one of the largest exporters in Jakarta are:

1. Water content <10%
2. Cork content: <5%
3. Fiber length (20-10 cm) 30%
4. Fiber length (10-25 cm) 70%
5. Bale size 70 x 70 x 50 cm (depending on capacity press machine).
6. Weight / Bale 150 Kg / Bale (Depending capacity press machine).

(http://www.facebook.com/coconut.fiber.indonesia)

Contact :

Eksportir Indonesia by Noer Rachman Hamidi
Eksportir Indonesia Building
Jl. Prof. DR Lafran Pane No.26, Depok, Indonesia 16951
email : eksportir.indonesia@gmail.com by nrachmanbiz@gmail.com
SMS +62-856-111-1819
Faximile +62-21-87782119








Sehat Mandiri

APAKAH ITU SEHAT MANDIRI...?


Marilah kita mulai mengkonsumsi Makanan Organik...!!!

Jika Anda sakit dan ingin menjadi sehat itu mahal, jadi mulailah berinvestasi untuk tidak sakit dan tetap sehat dengan cara SEHAT MANDIRI :

1. Memiliki pikiran positif.
2. Memiliki Berat Badan Normal.
3. Memiliki Rambut, Mata, Gigi, Kuku, Kulit yang Sehat.
4. Memakan makanan yang dianjurkan - 4 sehat 5 sempurna.
5. Berolahraga teratur.
6. Tidak merokok.
7. Istirahat yang cukup 6-8 jam per hari.

Silahkan periksa tubuh Anda dengan KALKULATOR NUTRISI ini.
Untuk melihat definisi Sehat Mandiri, Anda bisa saksikan dan klik VIDEO PENJELASAN INI dari para Ahli Gizi.

Konsumsi nutrien (zat gizi) yang buruk bagi tubuh "tiga kali sehari selama puluhan tahun" akan menjadi racun yang mengakibatkan penyakit di kemudian hari.

Ingatlah bahwa "mencegah selalu lebih baik daripada mengobati".


PARA AHLI MENYATAKAN :

Nabi Muhammad SAW bersabda “Sumber dari segala penyakit adalah PERUT, perut adalah gudang penyakit dan berpuasa itu obat” (H.R. Muslim)

Sir Arbuthnot Lane,M.D – London : “Saya telah mengalami bahwa banyak kasus pembedahan dapat dihindari dengan cara mencuci usus, karena 90% dari penyakit manusia dimasa kini disebabkan oleh USUS YANG KOTOR dan tidak berfungsi dengan normal”

Dr.Norman Walker,Dsc, Phd – USA : “CUCI USUS akan menghilangkan sembelit, rasa lesu, penyakit lemah pencernaan, sakit sendi, sakit pinggang, perut kembung, kencing manis dan lain-lain”

Henry B Beyler seorang Doktor di USA telah membuat 4 (empat) kesimpulan dari pengalaman beliau dibidang kesehatan selama 55 (lima puluh lima) tahun :

Penyebab segala penyakit bukan dari bakteri, melainkan RACUN/TOKSIN yang berawal dari keracunan makanan. Toksin/racun ini menyebabkan rusaknya sel tissu sehingga terjangkit bakteri.

Dalam banyak kasus penggunaan obat untuk penyembuhan penyakit berbahaya, efek samping dari obat tersebut dapat membawa kematian.

MAKANAN ORGANIK adalah pilihan terbaik untuk mengusir penyakit dan menguatkan tubuh.

NATUROPATI memadukan teori dan praktikal pemahaman pengobatan alami, manusia mengalami sakit karena toksin yang terkumpul secara terus menerus didalam tubuh.

Contact : Sehat Mandiri
http://facebook.com/sehat.mandiri
nrachmanbiz@gmail.com
SMS +62-856-111-1819