Tidak berdaya karena Ulah Kita sendiri...


Rasa tidak berdaya, nurut dengan keadaan yang harus dihadapi – itulah rasa tunduk yang kita alami semua ketika harus berhadapan dengan asap, kemacetan, banjir, maupun korupsi dari yang kecil sampai yang besar.

Menariknya adalah Allah SWT menggunakan kata menundukkan atau sakhara, ketika misalnya menundukkan hewan tunggangan terhadap majikannya.

“…Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepadamu, mudah-mudahan kamu bersyukur” (QS 22 : 36).

Allah juga menggunakan kata sakhara yang sama untuk menggambarkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untuk kepentingan kita semua :

“Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin.” (QS 31:20)

Kemudian juga digunakan untuk menundukkan laut untuk kita (QS 16 : 14), menundukkan malam dan siang, dan bahkan bumi dan bulan untuk kita semua (QS 14:33 dan QS 16:12).

Artinya bumi seisinya dan bahkan juga langit, telah ditundukkan Allah untuk kita semua – lantas mengapa kita tidak berdaya menghadapi musibah asap, banjir, kemacetan dlsb ?

Salah satu penyebabnya adalah kita tidak bersungguh-sungguh dalam upaya kita untuk menempuh jalanNya itu. Bila kita bersungguh-sungguh menempuh jalanNya – pasti Allah memberikan solusinya.

“Dan orang-orang yang berjuang untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS 29 : 69).

Wallahu A'lam.

Tulisan Terkait:

Info Dinar Emas:

0 comments:

Post a Comment